Zat Padat, Cair, dan Gas, Unsur, Senyawa, dan Campuran, Sifat fisika dan kimia, Perubahan fisika dan kimia
Zat Padat, Cair, dan Gas
- Zat Padat Adalah Materi Yang Mempunyai Bentuk Dan Volume (Ruang Yang Ditempati Zat Padat, Cair, Atau Gas) Tertentu. Ada Dua Cara Utama Partikel-Partikel Padat Bisa Tersusun Yakni Dalam Baris-Baris Teratur Yang Rapi Atau Dalam Susunan Yang Tidak Tentu. Zat Padat Yang Partikel-Partikelnya Tersusun Dalam Baris-Baris Yang Teratur Rapi Disebut Kristal. Contoh Umum Kristal Adalah Sebagian Besar Logam, Intan, Es, Dan Kristal Garam. Zat Padat Yang Partikel-Partikelnya Tidak Tersusun Secara Teratur Disebut Amorf.
- Seperti Zat Padat, Zat Cair Mempunyai Volume Tertentu. Tidak Seperti Zat Padat, Zat Cair Akan Berbentuk Seperti Wadah Yang Ditempatinya. Zat Cair Digambarkan Sebagai Zalir (Fluida). Zalir Adalah Zat Dengan Molekul-Molekul Yang Bergerak Bebas Saling Melewati, Sehingga Zalir Menyesuaikan Bentuk Wadahnya. Seperti Zat Padat, Partikel-Partikel Dalam Zat Cair Tersusun Secara Rapat. Zat Cair Juga Sulit Dimampatkan. Pada Zat Cair, Molekul-Molekul Tersusun Rapat. Meskipun Demikian, Partikel-Partikel Itu Mempunyai Cukup Energi Untuk Mengatasi Sebagian Dari Tarik-Menariknya Dengan Molekul Di Dekatnya Dan Bergeser Saling Melewati.
- Zat Gas Ialah Suatu Zat Atau Benda Yang Mempunyai Volume Dan Bentuk Yang Selalu Berubah-Ubah Sesuai Dengan Tempat (Wadahnya). Contohnya; Balon, Ban Sepeda Dan Ban Motor, Gelas Kosong, Botol Kosong, Dan Lain Sebagainya.
Unsur Senyawa dan Campuran
1. Unsur merupakan zat tunggal yang secara kimia tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lain. Beberapa contoh unsur adalah oksigen, nitrogen, hidrogen, besi, aluminium, emas, perak, raksa, dan platina. Unsur-unsur alam tersebut umumnya terdapat dalam bentuk senyawa, seperti halnya hidrogen sebagai contoh terdapat di dalam air dan karbohidrat. Beberapa unsur seperti oksigen, nitrogen, belerang, emas, dan platina di samping sebagai senyawa juga terdapat dalam keadaan bebas. Sebagaimana kita ketahui, oksigen dan nitrogen terdapat dalam udara.
Unsur sendiri dibedakan atas logam dan non logam, beberapa contoh unsur logam adalah aluminium, besi (ferum), emas (aurum), perak (arguntum), dan raksa (hidrargirum).
2. Senyawa merupakan zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua zat atau lebih. Beberapa contoh senyawa adalah air, sukrosa (gula tebu) dan natrium klorida (garam dapur). Air dapat diuraikan oleh listrik menjadi gas hidrogen dan gas oksigen. Sukrosa dapat diuraikan dengan pemanasan menjadi arang (karbon) dan air. Sedangkan natrium klorida juga dapat diuraikan oleh listrik (elektrolisis) sehingga menjadikan dua unsur yaitu natrium dan klorin.
Senyawa terbentuk oleh ikatan kimia dari dua jenis unsur atau lebuh, suatu senyawa mempunyai sifat tertentu dan berbeda dari sifat unsur-unsur penyusunnya.
3. Campuran merupakan suatu zat yang terbentuk daru dua zat atau lebih yang masih memiliki sifat asalnya. Sifat-sifat campuran itu adalah :
- Terdiri atas dua zat tunggal atau lebih
- Komposisinya tidak tetap
- Masih memiliki sifat asal
- Dapat dipisahkan menjadi komponennya melalui cara-cara fisis seperti penyaringan atau penyulingan
Sifat dan Perubahan Fisika dan Kimia
adalah perubahan yang dialami suatu benda tanpa membentuk zat baru. Sifat ini dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut. Sifat fisika antara lain wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan, kemagnetan, dan kekentalan.
Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak disertai dengan pembentukan zat yang jenisnya baru. Contoh perubahan fisika, pencampuran gula ke dalam air membentuk larutan gula. Secara fisik gula berubah dari bentuk padat menjadi bentuk yang terlarut dalam air, tetapi sifat-sifat gula masih tampak dalam larutan itu, misalnya rasa manis masih ada, baik dalam wujud padat maupun dalam bentuk terlarut dalam air. Perubahan ini tidak mengubah baik sifat maupun struktur air. Perubahan yang terjadi hanya fisiknya saja, dari cair menjadi padat (es), atau dari cair menjadi gas.
2. adalah kesanggupan suatu zat untuk mengadakan reaksi kimia sehingga terjadi perubahan. Sifat kimia zat dapat diketahui dengan beberapa cara.
Perubahan kimia adalah suatu perubahan materi yang menghasilkan jenis dan sifat materi berbeda (baru) dari zat semula dinamakan (perubahan kimia dinamakan juga reaksi kimia atau reaksi). Contoh perubahan kimia adalah pembakaran kayu, jika kayu dibakar akan menghasilkan arang kayu. Jika dibandingkan antara kayu dan arang kayu, keduanya memiliki jenis dan sifat yang berbeda, karena itu pembakaran kayu bukan perubahan fisika, tetapi tergolong perubahan kimia.
Komentar
Posting Komentar